Pindah Tempat

Bagi Guru yg butuh perangkat pembelajaran (RPP, Silabus Etc) saya sarankan kunjungi Situs berikut ini :
RPP SILLABUS DOWNLOAD secara Gratis, Buruan!!!

Tampilkan postingan dengan label agama islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label agama islam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Juni 2010

yang haram dinikahi oleh seorang muslim

Perempuan yang tidak boleh dikawin menurut secara agama Islam sesuai dengan firman ALLAH SWT dalam Al-Qur'an (An-nisa 22-23) :

Rukun warisan dan Dasar Kewarisan

Rukun kewarisan ada tiga
  1. Al-Muwaris, ialah orang yang meninggal dunia
  2. Ahli waris, ialah orang yang akan mewarisi harta peninggalan si mati.
  3. Mauruts, adalah harta peninggalan si mati setelah dipotong biaya pengurusan mayit, melunasi hutangnya, dan melaksanakan wasiatnya yang tidak lebih dari sepertiga.

Dasar-dasar kewarisan menurut Hukurn Islam (ashabul mirots), ada tiga:

Pengertian Warisan, Defenisi warisan

Warisan adalah berpindahnya hak dan kewajiban atas segala sesuatu baik harta maupun tanggungan dari orang yang telah meninggal dunia kepada keluarganya yang masih hidup. “Dan untuk tiap orang kami adakan ahli waris dari peninggalan ibu bapak dan karib kerabat yang terdekat dan orang-orang yang telah terikat janji setia dengan kamu, maka barikanlah kepada mereka bagiannya. Sesungguhnya Allah menyaksikan sesuatu.” (QS. 4/An Nisa’:33)

Rabu, 26 Mei 2010

Hikmah Kejujuran dalam Berpuasa

Salah satu keunggulan ibadah puasa adalah sifat kerahasiaannya. Berbeda dengan ibadah mahdhah lainnya, ibadah shalat, zakat, atau haji. di samping bisa dilihat orang lain secara kasat mata, juga membutuhkan keterlibatan pihak lain. Shalat (fardhu) misalnya, justru lebih utama dilakukan secara berjamaah dibanding dikerjakan sendirian. Dalam zakat, dikenal ada wajib zakat (muzakki) dan yang berhak menerima zakat (mustahi’); yang keduanya dihubungkan dengan amil zakat. Dalam hubungan itu jelas terjadi interaksi dan saling membutuhkan. Demikian juga haji, yang dikenal sebagai "kongres" umat Islam sedunia. Sedangkan puasa!

Memang, secara penampilan lahiriah, seseorang bisa tampak lemah dan tak bertenaga sebagai kelaziman seorang yang berpuasa di siang hari. Namun, penampilan fisik itu belum menjadi jaminan seseorang sedang berpuasa atau tidak. Ibadah puasa tidak mungkin disertai orang lain dan juga tidak mungkin diketahui orang lain. Bisa saja di hadapan orang lain seseorang seperti berpuasa, tetapi kita tidak tahu bagaimana saat ia sedang sendirian? Padahal, antara puasa sejati dan puasa palsu hanya dibedakan oleh seteguk minum atau sesuap makanan. Dan itu bisa dicuri minum atau dicuri makan saat sendirian.

Oleh karena itulah puasa bersifai sangat rahasia, bahkan rahasia antara hamba dengan Tuhannya. Dalam hadits qudsi Allah SWT berfirman, "Setiap perbuatan anak Adam (manusia) satu kebajikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya..." Dengan sifatnya yang rahasia itu, puasa mendidik pelakunya untuk bersikap jujur.

Itulah yang dimaksud dengan ilmu “menghadirkan” Tuhan. Yang dimaksud ilmu “menghadirkan” Tuhan adalah kesadaran selalu dalam pengawasan Tuhan. Kita “hadirkan” Tuhan dalam hidup kita (omnipresent). Seperti yang selama ini kita pahami, bahwa dengan segala kekuasaan-Nya, Allah SWT Maha Melihat atas segala tindak-tanduk kita, baik yang tersembunyi maupun terang-terangan. Di mana pun kita berada, Dia pasti tahu. Apapun yang kita lakukan Dia Mengetahui.

Ari Ibnu Umar Menyediakan makalah lengkapnya! mau download? Klik Download

makalah akhlak

Akhlaq ( الأَخْلاَقُ ) adalah bentuk jamak dari خُلُقٌ yang berarti “ suatu keadaan yang tertanam di dalam jiwa yang akan muncul darinya berbagai perbuatan yang dikehendakinya, yang baik maupun yang buruk.” Akhlaq yang terpuji adalah cerminan dari ‘aqidah atau keimanan yang benar, sebagaimana sabda Rosululloh saw :

إِنَّمَا بُعِثْتُ ِلأُتَمِّمَ صَالِحَ اْلأَخْلاَقِ

“Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlaq yang bagus.” ( HSR. Ahmad )

Kebagusan akhlaq adalah barometer dari keimanan seseorang, sebagaimana sabda Rosululloh saw :

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

“Orang mu’min yang paling sempurna imannya adalah yang paling bagus akhlaqnya.” ( HSR. Ahmad, Abu Dawud dan At-Tirmidzi )

Pengertian akhlaq menurut para ahli :

1. Imam Ghazali dalam kitab ulumuddin, akhlaq adalah suatu gejala kejiwaan yang sudah mapan dan menetap dalam jiwa, yang dari padanya timbul dan terungkap perbuatan dengan mudah, tanpa mempergunakan pertimbangan pikiran terlebih dahulu.

2. Ibnu Maskawaih dalam kitab tahzibul akhlaq watathirul araq, mendifinisikan bahwa akhlaq itu sebagai sikap jiwa seserorang mendorong untuk melakukan perbuatan-perbuatan tanpa melalui pertimbangan pikiran.

3. Prof. Ahmad Amin, mendifinisikan akhlaq adalah adatul iradah (kehendak yang dibiasakan) lalu menjadi kelaziman (kebiasaan).

Adapun ruang lingkup akhlaq terbagi dalam beberapa bagian : 
mau lanjutannya? silahkan download! klik Here